Kegiatan ini mengundangdua narasumber, Prof. H. Andi Faishal Bhakti,MA., Ph.D. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dalam bidang Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam yang juga merupakan dewan pertimbangan Askopis (Asosiasi Prodi KPI) se-Indonesia dan Dr. H. Muhammad Sulthon, M.Ag. (UIN Walisongo Semarang) yang juga sebagai ketua umum APDI (Asosiasi Perkumpulan Akademisi dan Profesi Da’I Indonesia).
Workshop kurikulum berbasis MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) ini, menghadirkan para pimpinan FUAD, pimpinan prodi IAT, asosiasi, sivitas akademika (dosen dan tenaga kependidikan) serta para stakeholder (user dan alumni). Pengguna alumni yang dilibatkan berasal dari lembaga yang bermitra dengan prodi Ilmu Alqur'an dan tafsir.
Workshop ini bertujuan untuk menyempurnakan dan meningkatkan kualitas kurikulum MBKM yang diterapkan di Program Ilmu Al-Qur'an dan Tafisr. Kurikulum MBKM merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memberikan kebebasan kepada mahasiswa dalam menentukan mata kuliah yang ingin diambil, sehingga mendorong kreativitas dan minat belajar mahasiswa.
Kurikulum MBKM sudah terintegrasi mata kuliah praktikum sebagai bekal mahasiswa memiliki skill sesuai dengan profil lulusan dan telah sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan. Pada implementasi MBKM, mahasiswa mendapat kesempatan lebih luas untuk mendapatkan perkuliahan dari luar program studi sehingga pengalaman belajar yang diperoleh telah sesuai dengan fakta yang ada di dunia kerja yang sesungguhnya.
