Berita
Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Timur (Jatim) bocorkan kecurangan yang sering terjadi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) di tingkat nasional. Hal ini diungkapkan saat pemaparan materinya terkait Sistem Pengelolaan Lembaga dan Prestasi yang Diraih, dalam acara Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) yang dilakukan oleh Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, di Ruang Sekretariat LPTQ Jatim, Kota Surabaya, pada kemarin, Selasa, 17 Juni 2025.
"Perlu kita sampaikan, bahwasannya transformasi teknis penyelenggaraan lomba, terutama dalam aspek entri data peserta, kita lakukan secara otomatis menggunakan sistem teknologi oleh tim IT kita. Dan kita merupakan pionir yang pertama kali melakukan transformasi ini, bahkan telah dicontoh di tingkat nasional," ungkap Isa, sapaan akrab Sekretaris LPTQ Jatim.
Secara lebih gamblang lagi, pria yang bernama lengkap Drs. Moch. Isa, M.Si. itu, kemudian menyampaikan bentuk konkret kecurangan yang sering terjadi itu setelah pertanyaan dari Misbakhudin, Lc., M.Ag. dilontarkan kepadanya.
"Oh, iya pak, mohon maaf, ini saya agak penasaran terkait bentuk kecurangan yang sering terjadi itu. Maksudnya, dalam ajang MTQ sekalipun saja kok ternyata masih ada kecurangan. Seperti di birokrat saja," tanya pria yang juga merupakan Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) UIN Gus Dur Pekalongan Periode 2023-2025.
Menurut Isa, bentuk kecurangan itu lazim terjadi utamanya dalam aspek manipulasi data peserta lomba, wujud iba dewan juri jika kebetulan peserta merupakan binaannya, dan lain sebagainya.
"Itu loh pak, misalnya ada ketika mendaftar, di foto pesertanya masih terlihat muda, tapi ketika di lokasi, eh ternyata udah brewokan, kumisan. Bahkan ada juga peserta yang sudah tiga kali menang tapi masih tetap ikut dengan nama yang gonta-ganti ketika mendaftar," jawab Isa.
Selain itu, diungkapkan juga bentuk lain kecurangan yang dimaksudkan, yaitu terkait rasa iba dewan juri dalam aspek penilaian, alih-alih peserta terkait merupakan binaannya.
"Ada juga yang karena kebetulan dewan jurinya dekat sama pesertanya, dan merupakan pembina dari peserta, ketika penilaian itu keluar rasa ibanya, hingga akhirnya juga berdampak pada iba dalam penilaian yang diberikan," imbuh Isa.
Demikian itu, menurut Isa, menjadi titik pijak transformasi pengelolaan dan pembinaan LPTQ Jatim dalam upaya mencetak kader-kader Qur'ani dan hakim yang jujur dan adil dalam berkompetisi.
Disebutkan juga bahwa kini di ajang MTQ Tingkat Nasional telah meneladan transformasi teknis yang telah dilakukan oleh LPTQ Jatim. Bahkan, tidak jarang dalam praktiknya melibatkan tim IT kita.
"Syukur, belakangan MTQ Nasional telah meniru apa yang telah kita lakukan. Bahkan, sering juga tim IT kita dilibatkan dalam kepanitiaan," jelas Isa.
Jakarta, 29 oktober 2024, Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) melaksanakan Praktik pengalaman lapangan (PPL) di LPMQ (Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an) dari sinilah mahasiswa UIN Gus Dur belajar mengenai berbagai manuskrip yang tersebar di Nusantara dari masa ke masa melalui Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal.
Pada tanggal 24 Juli 2024, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Gusdur menggelar acara Review Borang Akreditasi yang dihadiri oleh segenap sivitas akademika dan Tim Akreditasi IAT. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Muh. Nasirudin, MA, yang membahas secara komprehensif standar 1 hingga 9 pada Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED).
Pengumuman
Galeri Foto
Artikel
-
Kebhinekaan dalam Tafsir Al-Qur’an di Medsos
Kamis, 27 Oktober 2022
-
Asuransi Syari’ah, Negosiasi Takdir Tuhan
Senin, 26 September 2022
-
Kontribusi PSQ Dan BPMI Dalam Pengembagan Khazanah Ulumul Qur’an serta Pengembangan Kader Mufassir Di Indonesia
Selasa, 16 Agustus 2022
-
Apakah Poligami itu Sunnah Rasul? Menelisik Fatwa Mufasir Jawa Kontemporer KH. Misbah Musthafa
Rabu, 13 Juli 2022