• kegiatan mahasiswa
  • Ucapan Selamat Kaprodi dan Sekprodi
  • Ramadhan Kareem

Berita

 

 

 
   


      Kamis, 21 Mei 2026, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Ilmu Hadis (ILHA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan kunjungan kedua dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Jembrana, Bali. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda akademik untuk memperdalam kajian keislaman berbasis budaya lokal dan tradisi pendidikan Islam Nusantara. Kegiatan diawali dengan sambutan dari pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, K.H. Fathur Rahim, yang menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi keilmuan Islam di tengah perkembangan zaman. Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan bahwa pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Ulum saat ini masih merupakan cicit dari ulama besar asal Semarang, yaitu Kiai Sholeh Darat, sehingga pesantren ini memiliki keterhubungan historis dengan jaringan ulama Nusantara. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Ambar Hermawan selaku Ketua Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) yang menekankan pentingnya pembelajaran langsung di lingkungan pesantren sebagai ruang transmisi keilmuan Islam yang tetap relevan hingga saat ini. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai sejarah perkembangan Islam di kawasan Loloan, Jembrana, serta metode pembelajaran ilmu tajwid menggunakan Syair Melayu yang menjadi ciri khas pesantren. Metode ini diwariskan oleh Datuk Ahmad bin Dahlan atau yang dikenal sebagai Datuk Haji Semarang, pendiri Pondok Pesantren Manba’ul Ulum yang dikenal sebagai salah satu pondok pesantren tertua di Bali dan telah berdiri sejak sekitar tahun 1930-an. Materi yang disampaikan oleh Bapak Rifqil Halim menjelaskan bahwa penggunaan Syair Melayu dalam pembelajaran tajwid bukan sekadar media hafalan, melainkan metode pembelajaran dialogis antara guru dan murid. Syair -syair karya Datuk Ahmad bin Dahlan memuat ajaran agama, nasihat, hingga nilai-nilai nasionalisme. Di antara syair yang masih digunakan oleh masyarakat Muslim Loloan hingga saat ini ialah syair tauhid, syair taubat, dan syair tajwid yang digubah khusus untuk memudahkan pembelajaran ilmu tajwid bagi para santri. 

     Lebih lanjut, dijelaskan bahwa susunan syair tersebut tidak dibuat secara sembarangan, melainkan mengikuti kaidah ilmu arudh dalam tradisi sastra Arab yang memiliki wazan (timbangan sastra) dan qawafi atau persamaan bunyi akhir layaknya rima. Adapun syair tajwid disusun menggunakan bahar wafir dengan tujuan agar dapat dilagukan sehingga lebih mudah dipahami dan dihafalkan. Melalui metode tersebut, teori dan praktik membaca Al-Qur’an dapat dipelajari secara bersamaan dengan pendekatan yang lebih menyenangkan bagi para santri.

 
   


Mahasiswa juga diperkenalkan dengan sejarah masyarakat Muslim Loloan yang menggunakan bahasa Melayu sebagai identitas budaya sekaligus bahasa pengantar dalam pembelajaran agama. Tradisi tersebut menjadikan bahasa Melayu tetap lestari di tengah masyarakat Muslim Jembrana hingga saat ini. Selain itu, dijelaskan pula proses pembelajaran tajwid yang dilakukan secara interaktif, di mana guru akan menghentikan bacaan santri ketika menemukan hukum tajwid tertentu, kemudian mengajak santri berdialog mengenai hukum bacaan tersebut beserta syair yang berkaitan. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para mahasiswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang membuat suasana semakin hidup serta memperkaya pemahaman mengenai metode pendidikan Islam tradisional yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pembelajaran Al-Qur’an. Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan, kegiatan juga diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kepada Pondok Pesantren Manba’ul Ulum. Setelah rangkaian kegiatan di pesantren selesai, para peserta KKL diajak mengunjungi manuskrip Al-Qur’an tertua di Bali Barat yang tersimpan di Masjid Agung Baitul Qodim Loloan, Jembrana, Bali. Manuskrip tersebut ditulis oleh Tuan Guru Datuk Yakub Trangganau dari Malaysia pada tahun 1238 H dan menjadi salah satu peninggalan penting warisan intelektual Islam di kawasan Bali Barat. Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya pelestarian tradisi intelektual Islam Nusantara sekaligus mengambil nilai-nilai pendidikan yang relevan untuk pengembangan dakwah dan pembelajaran Islam di masa kini. Kunjungan ke Pondok Pesantren Manba’ul Ulum menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa IAT dan ILHA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam mengenal lebih dekat warisan ulama Nusantara serta metode pembelajaran Al-Qur’an yang tetap eksis dan berkembang di tengah masyarakat hingga saat ini.

       Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Ilmu Hadis (ILHA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dilaksanakan pada Hari Senin, 18 Mei 2026 di LPTQ Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan wawasan akademik mahasiswa sekaligus pengenalan lebih dekat terhadap pengembangan khazanah keilmuan Islam, khususnya dalam bidang tafsir Al-Qur’an dan hadis. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Abdul Hamid Abdullah selaku Ketua Pelaksana Harian LPTQ Provinsi Jawa Timur yang menyampaikan pentingnya penguatan sinergi kelembagaan dalam pengembangan studi Al-Qur’an. Sambutan berikutnya disampaikan oleh  Bapak Ambar Hermawan selaku Ketua Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) yang menekankan pentingnya pengembangan kajian keislaman yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan Islam. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Dr. Adi Abdullah Muslim, Lc., M.A. sebagai moderator.

      Pada sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Sanuri, S.Ag M.Fil.I. menyampaikan kajian bertajuk “Kajian Ilmu al-Qur’an dan Tafsir: Dari Eksplorasi Turath Menuju Digital”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa turath  merupakan khazanah atau warisan intelektual Islam berupa kitab-kitab klasik, karya ulama terdahulu, serta warisan budaya dan peradaban Islam yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan studi tafsir. Beliau juga menjelaskan karakter kajian tafsir yang berkembang di lingkungan LPTQ, khususnya dalam pelaksanaan MTQ tingkat nasional maupun internasional yang banyak menggunakan pendekatan tafsir bil ma’tsur (bil riwayah). Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai corak tafsir, seperti tafsir bil ma’tsur, bil ra’yi, isyari, hingga adabi ijtima’i, beserta konsep Al-Qur’an sebagai daya sentripetal dan sentrifugal dalam membangun dinamika pemikiran dan kehidupan umat Islam.

 

       Lebih lanjut, Prof. Sanuri memaparkan pergeseran kajian tafsir dari era turath menuju era digital. Jika pada era klasik kajian lebih berfokus pada teks dan otoritas ulama salaf, maka era modern menghadirkan pendekatan ilmiah yang multidisipliner, interdisipliner, hingga transdisipliner. Di era digital saat ini, akses terhadap Al-Qur’an dan kitab tafsir semakin mudah melalui aplikasi, website, hingga e-library, bahkan mulai memanfaatkan big data, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan machine learning dalam analisis korpus Al-Qur’an. Beliau juga mengenalkan beberapa alat digital seperti Google Trends, Exploding Topics, SparkToro Trending, BuzzSumo, dan Treendly untuk membaca tren keagamaan di ruang digital, termasuk fenomena meningkatnya pencarian dan konsumsi konten QS. Al-Kahf di berbagai platform media.

     Sementara itu, Prof. Zainudin turut memaparkan kajian terkait keilmuan hadis yang memperkaya perspektif peserta mengenai integrasi studi Al-Qur’an dan hadis dalam konteks akademik maupun sosial. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh mahasiswa. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan hubungan kelembagaan, acara ditutup dengan prosesi penyerahan cinderamata dari LPTQ Provinsi Jawa Timur kepada UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, serta penyerahan cinderamata dari pihak kampus kepada LPTQ Provinsi Jawa Timur.

Pekalongan (10/02) – Mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Karimatan Nisa, mengikuti International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies 2026 (ICIMS) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 10-11 Februari 2026.

Galeri Video

No data displayed on the module. Please check some parameters in the module settings again!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree