Berita
Pekalongan, 03 September 2025,- Mahasiswa Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir melaksanakan kegiatan penerjunan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan.
Sejauh ini, kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Kantor Urusan Agama (KUA) lebih dikenal sebagai ranah bagi mahasiswa jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI). Namun, tahun ini ada yang berbeda. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) turut ambil bagian dalam program PPL yang diselenggarakan di KUA Pekalongan Barat. Kehadiran mahasiswa IAT membuka warna baru dalam pelaksanaan PPL, yang selama ini terfokus pada aspek bimbingan dan hukum. Dengan bekal pemahaman terhadap teks-teks Al-Qur’an dan tafsir, mereka mencoba menjembatani antara nilai-nilai Al-Qur’an dan kehidupan masyarakat. PPL ini pun menjadi menghasilkan kesan bahwa ilmu tafsir bukan sekadar kajian teoritis, tetapi juga memiliki ruang aktualisasi dalam pelayanan publik. Lalu, apa saja sebenarnya kegiatan mahasiswa IAT selama menjalani PPL di KUA?
Kegiatan mahasiswa IAT UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan di KUA Pekalongan Barat ini diikuti oleh 8 mahasiswa, diantaranya Burhan Ali, Muhammad Muslikh, Muhammad Ariq Mantofani, Lainuvar, Fatimah Arifatul Khair, Ida Rufaida, Aisyah Nurul ‘Aini, dan Eliza Salma Latifa. Kegiatan yang dilakukan pada rentang waktu 7 Agustus hingga 8 September 2025 ini ternyata cukup beragam dan tak kalah penting dibandingkan jurusan lainnya. Mereka terlibat langsung dalam penyuluhan keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan isu sosial masyarakat. Al-Qur’an turut hadir sebagai penjelas dalam tema-tema yang diangkat dalam berbagai kegiatan penyuluhan yang melibatkan jamaah binaan yang berbeda antara binaan satu dengan binaan lain. Mereka juga aktif dalam mendampingi proses kegiatan rutinan bimbingan perkawinan, juga memberikan perspektif Qur’ani terhadap relasi suami-istri.
Kegiatan PPL mahasiswa IAT di KUA Pekalongan Barat tertuju pada kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh tim penyuluh KUA Pekalongan Barat. Penyuluhan dilakukan diberbagai tempat dan berbagai warga binaan, mulai dari lingkup pasangan pranikah, jamaah pengajian, lembaga pendidikan, panti asuhan dan panti sosial, hingga lapas dan rutan. Karenanya, tema dan metode penyampaian yang dilakukan seorang penyuluhpun berbeda-beda di setiap tempat dan warga binaannya. Akan tetapi, tujuan kegiatan penyuluh tetap sama, yakni menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kegiatan penyuluhan ini juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah di samping kondisi kehidupan mereka yang beragam.
Mahasiswa IAT yang pada awalnya hanya mendampingi penyuluh KUA dalam melakukan kegiatan penyuluhannya. Selanjutnya, mahasiswa juga ikut serta dalam memberikan materi untuk kegiatan tersebut tentunya dengan tema yang relevan dengan Al-Qur’an dan Tafsir. Misalnya tema tentang Al-Qur’an, bagaimana alur turunnya Al-Qur’an atau tema tentang syukur yang kemudian disinggung pula ayat Al-Qur’an yang membahas tentang tema itu. Selain itu, Mahasiswa IAT seperti yang telah disebutkan sebelumnya juga ikut mendampingi kegiatan bimbingan perkawinan (bimwin) yang dilaksanakan oleh KUA Pekalongan Barat. Dalam kegiatan bimwin ini juga disinggung ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pernikahan seperti Qs. Ar-Rum ayat 21, dan beberapa ayat serta hadis-hadis lain.
Penyuluh KUA bersama mahasiswa PPL menjalankan kegiatan dakwah dan bimbingan di berbagai tempat di Kota Pekalongan, mulai dari majelis ta’lim seperti Baitul Izzah dan Al Ikhlas Al-Mubarakah, hingga panti asuhan Ar-Robithoh Darul Aitam. Mereka juga menyapa masyarakat di Rumah Perlindungan Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM), yang dihuni lansia dan penyintas gangguan jiwa, serta di lapas dan rutan yang mayoritas penghuninya merupakan warga binaan kasus narkoba. Kegiatan ini turut menjangkau Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai bagian dari upaya pembinaan sejak usia dini. Materi ceramah disusun dengan mempertimbangkan latar belakang jamaah, baik dari segi tema maupun cara penyampaiannya. Pendekatan yang digunakan pun menekankan kesantunan, empati, dan relevansi agar pesan dapat diterima dengan baik oleh semua kalangan.
Kegiatan penyuluhan yang dilakukan di RPSBM maupun lapas atau rutan harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, terutama dalam penggunaan bahasa. Kata-kata yang berpotensi menyinggung, seperti “pesakitan”, “rumah sakit jiwa”, atau istilah lain yang bernada negatif, sebaiknya dihindari. Mahasiswa tetap menyampaikan materi bertema nilai-nilai Al-Qur’an, namun dengan cara yang santun, empatik, dan menghargai kondisi audiens. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengimplementasikan dan menyebarkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran tentang metode penyampaian yang tepat. Pengalaman berceramah di lingkungan yang penuh tantangan ini tentu menjadi hal baru yang sangat berharga, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
Kehadiran mahasiswa IAT dalam rangka PPL di KUA Pekalongan Barat membuktikan bahwa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tidak hanya berkutat pada ruang akademis, melainkan dapat meresap dan berperan nyata dalam pelayanan masyarakat. Lewat kegiatan penyuluhan yang variatif dan penuh kepekaan, mereka berhasil menerjemahkan nilai-nilai Qur’ani ke dalam praktik sehari-hari. Pengalaman ini membuka wawasan baru dan menumbuhkan kompetensi penyampaian yang komunikatif dan empatik. Tak hanya menimba pengetahuan administratif, mahasiswa juga mengasah keterampilan komunikasi lintas konteks dengan jamaah majelis taklim, TPQ, panti asuhan, hingga warga di RPSB, rutan dan lapas. Momen ini menjadi bekal luar biasa dalam membentuk profesional religius yang mampu menjembatani teks dan kehidupan. Semoga sinergi antara Prodi IAT dan KUA menjadi pijakan kuat menghadirkan layanan keagamaan yang lebih kontekstual kedepannya. (Oleh. Lainuvar)
“Patut diingat kembali bahwasannya di era revolusi industry 5.0 ini, basis pembelajaran mahasiswa di lingkungan akademik sudah sepatutnya dikaji lebih mendalam dan tentu disesuaikan lagi dengan kebutuhan dan tantangan zaman.
Pengumuman
Galeri Foto
Artikel
-
Kebhinekaan dalam Tafsir Al-Qur’an di Medsos
Kamis, 27 Oktober 2022
-
Asuransi Syari’ah, Negosiasi Takdir Tuhan
Senin, 26 September 2022
-
Kontribusi PSQ Dan BPMI Dalam Pengembagan Khazanah Ulumul Qur’an serta Pengembangan Kader Mufassir Di Indonesia
Selasa, 16 Agustus 2022
-
Apakah Poligami itu Sunnah Rasul? Menelisik Fatwa Mufasir Jawa Kontemporer KH. Misbah Musthafa
Rabu, 13 Juli 2022