Kedatangan kedua asesor tersebut diterima langsung oleh Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., didampingi Dekan FUAD, Ketua LP2M, para wakil dekan, ketua program studi, serta tim penyusun borang akreditasi. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan menunjukkan kekompakan seluruh unsur pimpinan dalam mendukung proses akreditasi.

Dalam sambutannya, Prof. Zaenal memberikan apresiasi yang tinggi kepada tim akreditasi yang telah bekerja intensif menyiapkan dokumen, data, serta bukti fisik yang diperlukan. Ia mengingatkan bahwa Prodi IAT sebelumnya pernah meraih nilai A saat re-aktivasi tahun 2018—prestasi yang menjadi modal kuat untuk meraih hasil yang lebih baik pada periode akreditasi kali ini. “IAT ini prodi yang istimewa. Setelah hasil PEPA keluar, kita terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Semoga asesmen lapangan ini menjadi langkah penting menuju predikat Unggul. Mohon doa dan dukungan semuanya. Saya yakin kita mampu,” ujarnya. Rektor juga menyoroti keunggulan sumber daya manusia yang dimiliki Prodi IAT. Dengan rasio dosen–mahasiswa 1:20, kehadiran 1 Guru Besar, 10 Lektor Kepala, serta 11 dosen bersertifikat pendidik, Prodi IAT dinilai memiliki kapasitas akademik yang mumpuni. Prestasi dosen dan mahasiswa yang terus berkembang hingga tingkat internasional turut menjadi bukti komitmen terhadap kualitas pendidikan dan pengembangan keilmuan.
Sementara itu, Lead Asesor BAN-PT, Prof. Dr. Muh. Tasrif, menekankan bahwa asesmen lapangan merupakan tahap krusial untuk memastikan kesesuaian antara data yang tercantum dalam dokumen dengan kondisi faktual di lapangan. “Pertemuan AL ini juga menjadi sarana silaturahmi. Kami hadir untuk membantu peningkatan mutu PTKIN secara umum, khususnya di UIN Gus Dur,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa rentang waktu yang cukup panjang antara Asesmen Kecukupan (AK) dan Asesmen Lapangan (AL) membuat verifikasi langsung semakin penting. Dalam proses AL, asesor memeriksa kecocokan evidence pada LKPS dan LED, keselarasan data dengan PDDIKTI, serta memastikan bahwa informasi akademik dapat diakses melalui website kampus secara jelas dan transparan.
Asesor juga menegaskan bahwa kelengkapan, konsistensi, dan akurasi data akan menjadi bahan pertimbangan Dewan Eksekutif BAN-PT dalam menetapkan hasil akreditasi. “Kami berharap apa yang tertulis di LKPS dan LED benar-benar sinkron dengan PDDIKTI dan didukung bukti nyata di lapangan. Dengan begitu, Dewan Eksekutif dapat memberikan hasil terbaik,” tuturnya. Dengan dukungan penuh pimpinan universitas, kesiapan administrasi yang matang, serta kekuatan sumber daya manusia yang solid, UIN Gus Dur optimis bahwa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dapat kembali meraih predikat terbaik dan mencapai akreditasi Unggul pada periode ini.
