Dalam forum akademik internasional tersebut, Ia mempresentasikan papernya yang berjudul “Students' tabayyun practice in using artificial intelligence: a study of the living qur'an qs. al-hujurāt [49]:6” yang sebelumnya telah melalui proses seleksi dan revisi oleh tim reviewer.
Paper yang diangkat menyoroti praktik tabayyun mahasiswa dalam menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dengan menjadikan QS. Al-Hujurāt ayat 6 sebagai landasan konseptual dalam perspektif Living Qur’an. Topik ini dinilai relevan dengan perkembangan era digital, di mana penggunaan AI dalam dunia akademik semakin masif dan menuntut sikap kritis serta tanggung jawab ilmiah.

Presentasi disampaikan dalam forum konferensi internasional yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang akademik, sehingga mendorong terjadinya pertukaran gagasan, penguatan perspektif keilmuan, dan dialog ilmiah yang konstruktif. Kegiatan International Conference ini memberikan manfaat strategis dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, khususnya dalam pengembangan kemampuan riset, penulisan ilmiah, serta keterampilan presentasi dalam forum global.
Karimatan Nisa berharap konferensi ini bisa menjadi motivasi, baik untuk dirinya sendiri maupun mahasiswa lain, untuk terus mengembangkan keterampilan dalam menulis karya ilmiah, serta aktif berpartisipasi dalam forum akademik internasional. Ia meyakini bahwa keberanian untuk tampil dan berdialog secara ilmiah merupakan bagian penting dari proses pembentukan kepercayaan diri dan sebagai wadah untuk meningkatkan prestasi.