• kegiatan mahasiswa
  • Ucapan Selamat Kaprodi dan Sekprodi
  • Ucapan Selamat Presenter Terbaik Internasional
  • Ramadhan Kareem

HMPS IAT UIN Gus Dur Selenggarakan Workshop Penelitian Mushaf Digital “Dari Kalam ke Layar: Menelusuri Jejak Digitalisasi Al-Qur’an”

18 Oktober 2025

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMPS IAT) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Workshop Penelitian Mushaf Digital pada Sabtu, 18 Oktober 2025, bertempat di Meeting Room FUAD, Gedung FUAD lantai 2. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa aktif Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Workshop kali ini mengusung tema “Dari Kalam ke Layar: Menelusuri Jejak Digitalisasi Al-Qur’an.” Sebuah tema yang menarik sekaligus relevan di era globalisasi saat ini, di mana teknologi berkembang pesat dan membawa pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam praktik keagamaan umat Islam. Salah satu ibadah yang turut terdampak adalah membaca Al-Qur’an.

Sebagaimana diketahui, Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam telah melalui perjalanan panjang sejak diturunkan kepada Rasulullah SAW pada abad ke-7 M. Dari tradisi hafalan para sahabat, penulisan di masa Khulafaur Rasyidin, hingga kini kita temui dalam bentuk mushaf cetak, bahkan aplikasi digital di ponsel. Pertanyaan yang menarik kemudian muncul: bagaimana perjalanan mushaf Al-Qur’an dari tulisan tangan hingga tampil di layar digital?

Berangkat dari pertanyaan tersebut, HMPS IAT menghadirkan dua narasumber luar biasa, yakni Bapak Heriyanto, M.S.I., dosen sekaligus Sekretaris P2B UIN K.H. Abdurrahman Wahid, serta Ibu Khikmawati, Lc., JF Pentashih Mushaf Al-Qur’an dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Indonesia.

Kegiatan dimulai pukul 12.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN, dilanjutkan sambutan dari Ketua HMPS IAT serta Ketua Panitia. Usai pembukaan, acara inti dipandu oleh Novia Anisatul Azizah, mahasiswa IAT angkatan 2024, yang bertugas sebagai moderator.

Pemateri pertama, Ibu Khikmawati, membawakan materi bertajuk “Rasm dan Dabt Mushaf Standar Indonesia (MSI)”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tiga kategori MSI, yaitu Rasm Utsmani, MSI Bahriyyah, dan MSI Braille. Beliau juga menguraikan proses pentashihan Al-Qur’an di LPMQ Indonesia, sejarah penulisan mushaf sejak masa sahabat, hingga bentuk-bentuk mushaf yang tercatat dalam sejarah Islam.

Sesi kedua diisi oleh Bapak Heriyanto, M.S.I., yang membahas tema Digitalisasi Al-Qur’an. Beliau membuka dengan membedakan istilah digitasi dan digitalisasi untuk memperluas wawasan peserta.

 “Digitalisasi bukan sekadar memindahkan Al-Qur’an ke layar, tapi memindahkan kesadaran umat ke dimensi baru agar wahyu tetap hidup di ruang digital,” ungkap Pak Heri.

Beliau juga menyoroti peluang inovasi yang bisa dikembangkan mahasiswa, seperti multi-language, tajwid interaktif, audio tilawah, dan search engine Al-Qur’an. Menurutnya, Indonesia perlu memiliki situs Al-Qur’an resmi yang dapat menjadi rujukan akademik.

“Coba bayangkan jika kita punya website Al-Qur’an yang saat kita mencari satu tema, langsung muncul berbagai tafsir yang relevan,” tambahnya penuh harapan.

Setelah pemaparan materi, sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para mahasiswa tampak antusias, terutama ketika membahas maraknya aplikasi Al-Qur’an digital yang belum sepenuhnya lolos pentashihan Kemenag atau LPMQ. Hal ini menunjukkan sikap kritis mahasiswa IAT UIN Gus Dur dalam menyikapi perkembangan digitalisasi keagamaan.

Di akhir sesi, Ibu Khikmawati mengajak peserta untuk praktik langsung mentashih mushaf sebagai bentuk Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari kegiatan ini. Dengan membandingkan Mushaf Madinah dan Mushaf Kemenag pada surat Al-Baqarah ayat 25, mahasiswa diajak mencari perbedaan yang tampak di antara keduanya. Latihan ini berlangsung seru dan interaktif.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat. Diskusi aktif antara narasumber dan mahasiswa menciptakan suasana keilmuan yang hidup. Harapannya, workshop ini mampu membuka wawasan mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir terhadap perkembangan zaman, khususnya bagaimana memahami dan menjaga keotentikan Al-Qur’an di era digital.

 

Penulis : Yusuf Akhmal Peno

Galeri Video

No data displayed on the module. Please check some parameters in the module settings again!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree