• kegiatan mahasiswa
  • Ucapan Selamat Kaprodi dan Sekprodi
  • Ucapan Selamat Presenter Terbaik Internasional
  • Ramadhan Kareem

Webinar Nasional Bahas Wawasan Kebangsaan dalam Perspektif Al-Qur’an, Antusiasme Peserta Memuncak

10 November 2021

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta menyelenggarakan webinar nasional bertema “Wawasan Kebangsaan dalam Perspektif Al-Qur’an”. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Rabu, 10 November 2021, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan berhasil menarik perhatian peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, guru, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada kajian kebangsaan dan keislaman. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat hingga menjelang waktu pelaksanaan.

Dua narasumber utama hadir dalam webinar ini, yaitu Ust. Kurdi Fadal, M.S.I, dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Pekalongan sekaligus Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Pekalongan, serta Jaka Ghianovan, S.Th.I., M.Ag, Sekretaris Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IDAQU Jakarta. Acara ini dimoderatori oleh Nuriyah Vika Andriyani, yang dengan luwes mampu menjaga suasana diskusi tetap hangat dan interaktif.

Dalam paparannya, Ust. Kurdi Fadal, M.S.I. menegaskan pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan melalui lensa Al-Qur’an. Menurutnya, wawasan kebangsaan bukanlah konsep yang berdiri di luar ajaran Islam, tetapi justru memiliki akar kuat dalam prinsip-prinsip Al-Qur’an yang menekankan keadilan, persaudaraan, dan persatuan umat manusia. “Al-Qur’an mengajarkan kita untuk mencintai tanah air sebagai bagian dari amanah Allah dalam menjaga kehidupan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Jaka Ghianovan, M.Ag. menyoroti bagaimana generasi muda harus menjadi agen penguat nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan digital. Ia menjelaskan bahwa kecintaan terhadap bangsa harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam penggunaan media digital yang beretika dan membangun. “Menjadi warga negara yang baik berarti juga menjadi pengguna media yang cerdas dan bertanggung jawab. Di sinilah nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi pedoman kita,” tuturnya.

Selama sesi berlangsung, interaksi antara narasumber dan peserta berjalan sangat dinamis. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan reflektif mengenai bagaimana cara mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam konteks kehidupan modern, terutama di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Moderator memfasilitasi jalannya tanya jawab dengan terarah, sehingga suasana diskusi tetap produktif dan penuh semangat.

Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, peserta juga memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Penyelenggara menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar forum akademik, melainkan juga wadah untuk memperkuat rasa cinta tanah air melalui pemahaman keagamaan yang mendalam.

Salah satu peserta, yang merupakan mahasiswa IAIN Pekalongan, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa webinar ini memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana agama dapat menjadi landasan moral dalam membangun semangat kebangsaan. “Saya merasa lebih paham bahwa menjadi religius dan nasionalis bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan,” ujarnya dalam sesi testimoni.

Pihak panitia juga menyampaikan harapan agar kegiatan kolaboratif antara IAIN Pekalongan dan IDAQU Jakarta ini dapat berlanjut secara rutin. Kolaborasi lintas kampus seperti ini dinilai penting untuk memperkaya wawasan akademik sekaligus mempererat jaringan keilmuan antarperguruan tinggi Islam di Indonesia.

Melalui webinar nasional ini, semangat Hari Pahlawan tidak hanya diperingati secara simbolik, tetapi juga dihidupkan kembali melalui refleksi intelektual yang mendalam. Pesan utama yang disampaikan oleh para narasumber menegaskan bahwa mencintai bangsa merupakan bagian dari keimanan, dan memahami Al-Qur’an secara kontekstual dapat menjadi kunci dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan beradab.

Dengan semangat kolaboratif, ilmiah, dan kebangsaan yang kuat, webinar ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi Islam di Indonesia terus berkomitmen menghadirkan ruang-ruang dialog produktif demi memperkuat sinergi antara nilai-nilai keislaman dan nasionalisme.

Galeri Video

No data displayed on the module. Please check some parameters in the module settings again!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree