• kegiatan mahasiswa
  • Ucapan Selamat Kaprodi dan Sekprodi
  • Ucapan Selamat Presenter Terbaik Internasional
  • Ramadhan Kareem

Berita

IAT IAIN Pekalongan Laksanakan KKL Virtual

IAT IAIN Pekalongan Laksanakan KKL Virtual, Rabu 24 November 2021 Pukul 09.00 s.d. 12.00 WIB Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menyelenggarakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) secara virtual melalui media Zoom Meeting.

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta menyelenggarakan webinar nasional bertema “Wawasan Kebangsaan dalam Perspektif Al-Qur’an”. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Rabu, 10 November 2021, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan berhasil menarik perhatian peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, guru, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada kajian kebangsaan dan keislaman. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat hingga menjelang waktu pelaksanaan.

Dua narasumber utama hadir dalam webinar ini, yaitu Ust. Kurdi Fadal, M.S.I, dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Pekalongan sekaligus Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Pekalongan, serta Jaka Ghianovan, S.Th.I., M.Ag, Sekretaris Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IDAQU Jakarta. Acara ini dimoderatori oleh Nuriyah Vika Andriyani, yang dengan luwes mampu menjaga suasana diskusi tetap hangat dan interaktif.

Dalam paparannya, Ust. Kurdi Fadal, M.S.I. menegaskan pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan melalui lensa Al-Qur’an. Menurutnya, wawasan kebangsaan bukanlah konsep yang berdiri di luar ajaran Islam, tetapi justru memiliki akar kuat dalam prinsip-prinsip Al-Qur’an yang menekankan keadilan, persaudaraan, dan persatuan umat manusia. “Al-Qur’an mengajarkan kita untuk mencintai tanah air sebagai bagian dari amanah Allah dalam menjaga kehidupan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Jaka Ghianovan, M.Ag. menyoroti bagaimana generasi muda harus menjadi agen penguat nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan digital. Ia menjelaskan bahwa kecintaan terhadap bangsa harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam penggunaan media digital yang beretika dan membangun. “Menjadi warga negara yang baik berarti juga menjadi pengguna media yang cerdas dan bertanggung jawab. Di sinilah nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi pedoman kita,” tuturnya.

Selama sesi berlangsung, interaksi antara narasumber dan peserta berjalan sangat dinamis. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan reflektif mengenai bagaimana cara mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam konteks kehidupan modern, terutama di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Moderator memfasilitasi jalannya tanya jawab dengan terarah, sehingga suasana diskusi tetap produktif dan penuh semangat.

Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, peserta juga memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Penyelenggara menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar forum akademik, melainkan juga wadah untuk memperkuat rasa cinta tanah air melalui pemahaman keagamaan yang mendalam.

Salah satu peserta, yang merupakan mahasiswa IAIN Pekalongan, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa webinar ini memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana agama dapat menjadi landasan moral dalam membangun semangat kebangsaan. “Saya merasa lebih paham bahwa menjadi religius dan nasionalis bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan,” ujarnya dalam sesi testimoni.

Pihak panitia juga menyampaikan harapan agar kegiatan kolaboratif antara IAIN Pekalongan dan IDAQU Jakarta ini dapat berlanjut secara rutin. Kolaborasi lintas kampus seperti ini dinilai penting untuk memperkaya wawasan akademik sekaligus mempererat jaringan keilmuan antarperguruan tinggi Islam di Indonesia.

Melalui webinar nasional ini, semangat Hari Pahlawan tidak hanya diperingati secara simbolik, tetapi juga dihidupkan kembali melalui refleksi intelektual yang mendalam. Pesan utama yang disampaikan oleh para narasumber menegaskan bahwa mencintai bangsa merupakan bagian dari keimanan, dan memahami Al-Qur’an secara kontekstual dapat menjadi kunci dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan beradab.

Dengan semangat kolaboratif, ilmiah, dan kebangsaan yang kuat, webinar ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi Islam di Indonesia terus berkomitmen menghadirkan ruang-ruang dialog produktif demi memperkuat sinergi antara nilai-nilai keislaman dan nasionalisme.

Malang — Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik di kalangan civitas akademika. Melalui kegiatan bertajuk Academic Writing, fakultas ini berkolaborasi dengan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Pekalongan untuk mengasah keterampilan menulis ilmiah para dosen dan mahasiswa. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu, 3 November 2021, dan menghadirkan Shinta Nurani, M.A., sebagai narasumber utama.

Dalam sesi pelatihan ini, Shinta Nurani mengulas secara mendalam tentang strategi menulis karya ilmiah yang baik dan benar sesuai dengan kaidah akademik internasional. Ia menekankan pentingnya konsistensi riset dan kemampuan argumentatif dalam setiap tulisan ilmiah. “Menulis bukan sekadar menyusun kata, melainkan menyampaikan gagasan yang dapat diverifikasi dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Shinta dalam pemaparannya.

Kegiatan Academic Writing ini menjadi bagian dari agenda penguatan kompetensi akademik yang rutin diselenggarakan oleh Fakultas Syariah UIN Malang. Tujuannya tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis penulisan, tetapi juga menumbuhkan semangat publikasi di jurnal bereputasi. Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong peningkatan produktivitas riset dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Sudirman, M.A., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kemampuan menulis ilmiah merupakan salah satu indikator profesionalisme akademisi di era digital. “Kita tidak cukup hanya mengajar dan meneliti. Hasil pemikiran dan penelitian kita harus hadir dalam ruang publik ilmiah agar bisa dibaca, diuji, dan memberi manfaat yang lebih luas,” tuturnya.

Kolaborasi lintas kampus antara UIN Malang dan IAIN Pekalongan juga dinilai sebagai bentuk sinergi positif dalam memperkuat jaringan akademik antarperguruan tinggi Islam di Indonesia. Melalui kerja sama semacam ini, diharapkan akan muncul ekosistem ilmiah yang lebih dinamis dan inklusif. Peserta kegiatan pun berasal dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, menciptakan suasana diskusi yang produktif dan saling memperkaya.

Selain sesi materi utama, kegiatan Academic Writing ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan bimbingan teknis singkat mengenai penulisan artikel jurnal. Beberapa peserta mengaku mendapatkan wawasan baru, terutama terkait cara memilih topik penelitian yang relevan dan strategi menghadapi proses peer review.

Melalui kegiatan semacam ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan keislaman, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern. Dengan semangat literasi dan kolaborasi, kegiatan Academic Writing diharapkan menjadi batu loncatan bagi lahirnya lebih banyak karya ilmiah berkualitas dari kalangan akademisi muda Indonesia.

Galeri Video

No data displayed on the module. Please check some parameters in the module settings again!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree