• kegiatan mahasiswa
  • Ucapan Selamat Kaprodi dan Sekprodi
  • Ucapan Selamat Presenter Terbaik Internasional
  • Ramadhan Kareem
×

Notice

There was a problem rendering your image gallery. Please make sure that the folder you are using in the Simple Image Gallery Pro plugin tags exists and contains valid image files. The plugin could not locate the folder: media/k2/galleries/472

Perkuat Outcome Pembelajaran Mahasiswa di Era Revolusi Industri 5.0, FUAD UIN Gus Dur Gelar FGD RPS; Prodi Ushuluddin Juga Menyesuaikan

20 Agustus 2025

“Patut diingat kembali bahwasannya di era revolusi industry 5.0 ini, basis pembelajaran mahasiswa di lingkungan akademik sudah sepatutnya dikaji lebih mendalam dan tentu disesuaikan lagi dengan kebutuhan dan tantangan zaman.

Hal tersebut tidak lain juga karena karakteristik keilmuan yang selalu berjalan dinamis sesuai dengan pergolakan zaman.” Begitu kira-kira kata pengantar yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. Hj. Tri Astutik Haryati, M.Ag. saat memberikan sambutan pada acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang diselenggarakan pada Kamis, 14 Agustus 2025, di Meeting Room FUAD.

Acara yang berlangsung mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB tersebut diikuti oleh segenap Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) yang terdapat di lingkungan FUAD UIN Gus Dur, meliputi prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ilmu Hadis (IH), Tasawuf dan Psikoterapi (TP), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), dan Manajemen Dakwah (MD). Kemudian segenap tamu undangan yang diundang oleh setiap prodi meliputi elemen alumni prodi, stake holders, mitra kerja, hingga mahasiswa. Dipandu oleh jajaran dekanat FUAD yang mencakup Dekan beserta jajarannya, mulai dari Wakil Dekan (WD) I hingga WD (III).

Selain itu, wanita yang akrab disapa dengan Tri itu tadi juga menandaskan, bahwa karena urgensi diselenggarakannya acara ini sebagaimana telah disampaikannya, maka segenap peserta diminta untuk mengikutinya secara khidmat dan mampu menghasilkan rancangan RPS Kurikulum OBE yang inovatif-konstruktif.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dr. Ani, M.Pd.I., bahwa dalam kurikulum ini, setidaknya perencanaan RPS dapat dipandang secara terbalik dari outcome yang hendak dicapai oleh setiap prodi, seperti Capaian Profil Lulusan (CPL), hingga indikator-indikator pendukungnya, terutama mengenai hak belajar di luar kelas perkuliahan. Ia mengemukakan, “Hal semacam ini patut diperhatikan karena perlu kita ingat bahwa memang mahasiswa merupakan produk dari kampus, yang kemudian akan diserap oleh dunia kerja sesuai dengan masing-masing bidang keahliannya,” ujar wanita yang juga merupakan WD I Bidang Akademik dan Kelembagaan FUAD. selaku pelaksana acara tersebut. 

“Maka tidak heran jika dalam acara ini kita juga melibatkan setiap elemen yang bersangkutan, mulai dari alumni, mahasiswa, dan terutama stake holders dan mitra kerja masing-masing prodi, selaku salah satu pasar yang akan menikmati produk kita,” imbuh Dr. Ani selaku koor pelaksana kegiatan FGD tersebut.

Setelah dipengantari dan dibuka oleh Dekan FUAD, serta WD I, kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan Visi & Misi hingga Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) oleh tiap prodi yang diwakili oleh masing-masing kaprodinya, mulai dari KPI, MD, IH, TP, IAT, dan terakhir BPI.

Uniknya, saat pemaparan tersebut, Kaprodi IH yang juga mewakili prodi Ushuluddin yang mencakup IAT dan TP, mengemukakan, bahwa kebutuhan di dunia nyata dengan kondisi yang ada di perkuliahan bagi segenap prodi Ushuluddin memiliki perbedaan yang tidak bisa disangka-sangka. Kendati demikian, ia juga menandaskan bahwa prodi IH begitu pula prodi Ushuluddin lainnya merupakan prodi yang sangat identik dengan semua kebutuhan masyarakat. Sebagaimana orientasinya pada pembelajaran agama secara substansialnya, maka disimpulkan bahwa prodi Ushuluddin dapat masuk ke semua lini.

“Kalau prodi IH sendiri ya tentu bisa masuk ke semua lini di masyarakat. Berdasarkan alumni kami sendiri pada faktanya juga ada yang terserap di bidang dinas pertanian, bahkan militer,” ujar Ambar Hermawan, M.S.I. yang kemudian disusul dengan sahut tawa para peserta. “Namun, setidaknya sebagai strategi linieritas profesi, maka dari kami juga tentu sudah menyiapkannya sebagaimana substansi CPL prodi IH sendiri, yakni baik sebagai pengajar, penyuluh agama, muballigh, dan tentu ahli hadis,” imbuh pria yang akrab disapa Ambar itu. 

Sementara itu, perwakilan prodi Ushuluddin lainnya juga turut mengemukakan hal serupa. Prodi IAT yang disebut-sebut identik dengan dunia Al-Qur’an beserta penafsiran-penafsirannya, dalam hal ini juga turut menyesuaikan substansi Kurikulum OBE. Sebagaimana diwakili oleh Kaprodinya, kini CPL IAT berupaya merambah ke prospek digitalisasi Al-Qur’an, manajemen pendidikan, dan lain-lainnya.

“Sebagaimana menjadi upaya untuk menghadapi era revolusi industri seperti yang telah disampaikan oleh Bu Dekan tadi, maka dari kami prodi IAT juga akan lebih menekankan pembelajaran yang memang outcome-nya memiliki prospek yang besar di dunia kerja. Hal tersebut umpamanya seperti penekanan target CPL sebagai perancang multimedia Al-Qur’an, manajemen pendidikan Al-Qur’an dan yang bersangkutan, muballigh, penghulu, dan lain-lainnya. Maka demikian itu kami siapkan sesedari dengan mata kuliah yang bersangkutan seperti Al-Qur’an dan Teknologi Media, Studi Al-Qur’an dan Digital Humanities, Public Speaking Berbasis Al-Qur’an, dan lain sebagainya,” ujar Dr. Adi Abdullah Muslim, Lc., M.A.Hum., selaku Kaprodi IAT. Begitu pula dengan penguatan kerja sama antara prodi dengan instansi terkait juga kiranya dapat ditempuh melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebagaimana menjadi implementasi hak belajar mahasiswa di luar kelas,” imbuhnya. 

Usai pemaparan oleh enam prodi yang ada di FUAD, maka sebagai inti dari acara dilakukanlah FGD oleh masing-masing prodi yang memang melibatkan sekian elemen terkait untuk diminati saran, masukan, dan rekomendasi yang relevan dan konstruktif. Sebagaimana diakui sendiri oleh masing-masing prodi, bahwasannya RPS yang telah dirancang masih memungkinkan untuk direvisi kembali. Karena memang tujuan digelarnya acara FGD ini, harapannya kajian yang mendalam dan komprehensif terhadapnya dapat dilakukan secara kolektif dan konektif. Sebagaimana pula yang disampaikan oleh WD I FUAD di sela-sela FGD, bahwa idealnya RPS juga memang membutuhkan review secara rutin yang setidaknya dilakukan sebanyak lima atau enam kali dalam setahun.

Penulis: krisna Hadi Wijaya

Image Gallery

{gallery}472{/gallery}

Galeri Video

No data displayed on the module. Please check some parameters in the module settings again!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree