KKN ini berlangsung mulai tanggal 7 Juli hingga 20 Agustus 2025. Keenam delegasi UIN Gusdur Pekalongan ditempatkan di Lokasi yang berbeda-beda, antara lain Boro, Semaken, Tirip, Brajan, dan Kriyan.
Salah satu delegasi yang mewakili UIN Gusdur adalah Nanda Kartika Putri, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Putri mendapatkan Lokasi KKN di Dukuh Brajan, Yogyakarta. Menurutnya, KKN Nusantara tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membuka wawasan tentang kekayaan sejarah dan budaya Indonesia, khususnya di Yogyakarta.
“Dulu saya hanya bisa melihat Candi Prambanan dan koleksi di Museum Sonobudoyo melalui buku IPS saat SD. Alhamdulillah, berkat KKN ini saya bisa menyaksikan langsung keindahan dan nilai sejarahnya,” ujar Putri.
Selama di Dukuh Brajan, Putri turut menjumpai peninggalan sejarah berupa sumber mata air yang konon tak pernah kering, dengan kedalaman yang masih menjadi misteri. Momen yang tak kalah berkesan adalah ketika warga setempat menggelar tradisi tahunan yaitu Merti Kali, kegiatan gotong royong membersihkan sumber mata air tersebut. Tradisi ini menjadi bukti nyata kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan. Di dukuh Brajan, Putri bersama kelompoknya menginisiasi berbagai program kerja, antara lain; diskusi publik antisipasi narkoba, pemasangan infografis konten edukasi narkoba dan ekoteologi, edukasi nilai pancasila di sekolah dan TPA, edukasi nilai ekoteologi ke sekolah dan TPA, sosialisasi dan praktik daur biopori, penanaman pohon, papan edukasi sampah.
Sebagai mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Putri berperan aktif dalam memberikan edukasi nilai ekoteologi yang dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an di sekolah dan TPA. Ia juga mengajarkan ilmu tajwid serta berbagai nagham qira’ah kepada santri TPA. Hal ini sebagai bentuk pengimplementasian ilmunya yang ia peroleh selama di bangku perkuliahan kepada masyarakat. Tak hanya itu, ia menjadi penanggung jawab program kerja biopori, yaitu sebuah upaya pengelolaan sampah organik yang kemudian diubah menjadi pupuk ramah lingkungan. Yang nantinya pupuk tersebut digunakan untuk pemupukan tanaman yang ada di ladang masyarakat.
Tentunya, seluruh mahasiswa berharap dengan adanya KKN Nusantara dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran berharga bagi mahasiswa dalam memahami budaya, sejarah, dan kearifan lokal Indonesia. Selain itu, untuk menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk merawat lingkungan, melestarikan tradisi, serta membangun negeri ini bersama-sama.
Penulis: Nanda Kartika Putri